Margahayuland Jajaki Bisnis Hotel Di Bali

Tren positif pariwisata Indonesia telah memberi angin segar bagi iklim investasi di bidang perhotelan. Tingginya pertumbuhan ekonomi di kelas menengah dan semakin meningkatnya kunjungan wisatawan, baik mancanegara maupun domestik di Tanah Air, tentu akan membuat perkembangan industri perhotelan menjadi salah satu segmentasi bisnis yang sangat potensial di Indonesia.

Kini, traveling sudah menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat dunia. Data dari United Nations World Tourism Organization mengungkapkan bahwa hampir 1,3 miliar manusia bepergian ke seluruh dunia setiap tahunnya. Indonesia sendiri sebenarnya memiliki potensi wisata yang besar, sayangnya belum dikelola dengan baik dan belum memiliki infrastruktur yang memadai.

Minimnya fasilitas layanan dan infrastruktur pendukung yang memadai diyakini sebagai salah satu penghambat perkembangan wisata daerah. Data di tahun 2012 juga mengungkapkan bahwa jumlah wisatawan mancanegara ke Tanah Air tidak sebanyak pertumbuhan wisatawan domestik. Namun, ranumnya bisnis hotel berbintang di Bali membuat perusahaan properti Margahayuland Developmen tak mau ketinggalan ikut ambil bagian.

“Kalangan kelas menengah masyarakat Indonesia terus meningkat, dan liburan atau rekreasi akan menjadi bagian dalam aktifitas mereka,” ungkap Chief Business Development Officer, Nugroho Santosa.

Di tahun 2013, Margahayuland mengembangkan Hotel Citadines yang berlokasi di dekat Pantai Kuta, Bali. Hotel modern bintang tiga ini merupakan proyek komersial Margahayuland yang dikelola jaringan internasional Ascott. Hotel dengan 194 kamar yang diberdiri di atas lahan seluas hampir satu hektar ini memiliki fasilitas modern, termasuk televisi LED dengan saluran TV kabel dan akses internet gratis di kamar.

“Kita bermitra dengan operator hotel internasional yang ada di Asia Pasifik. Artinya, operator tersebut memiliki jaringan yang kuat di kawasan Asia Pasifik. Jadi saat kita membangun sebuah properti, kita bisa langsung bekerja sama dengan pihak mereka,” jelas Nugroho.

Nugroho menambahkan bahwa banyak perusahaan properti yang menjalin kerja sama seperti itu dengan pihak operator hotel internasional. Kemitraan seperti ini dikenal dengan istilah ‘single brand’. “Ini juga yang dilakukan Ciputra Grup dengan Swiss-Bell, Rajawali Group dengan Sheraton, dan Panorama Grup dengan Radisson,” tambah Nugroho.

Kedepannya, Developer asal Bandung ini berencana melakukan ekspansi untuk industri perhotelannya dengan membangun 30 hotel baru. Nugroho pun menambahkan bahwa rencana Margahayuland membangun hotel harus disesuaikan dengan kebutuhan konsumennya. “Bali masih menjanjikan menurut saya, namun pembangunan hotel di Bali harus disesuaikan dengan karakteristik tamu yang ada,” tutup Nugroho.

Developer Perumahan Margahayu Bandung Terkemuka
Margahayuland, Perusahaan yang bergerak di bidang perumahan ini yang telah berdiri selama 44 tahun. MRD telah sukses mendirikan 50.000 properti seperti perumahan Margahayu Bandung, apartement dan juga pusat perbelanjaan. Kesuksesannya sebagai perusahaan bidang perumahan di Indonesia dengan fasilitas yang lengkap serta lokasi yang sangat strategis, MRD akan terus berusaha memberikan inovasi dan juga konsistensi dalam pengembangan dalam negeri.
follow us