Cara Membeli Apartemen

Cara membeli apartemen memang hampir sama dengan rumah biasa. Bisa melalui pembayaran cash/tunai, diangsur sesuai kesepakatan dengan developer (biasa disebut cash bertahap), atau melalui Kredit Pemilikan Apartemen (KPA). Pada umumnya, proses beli apartemen langsung dari developer jarang yang ready stock, biasanya developer menjual “gambar”.

Judul di atas seperti biasa saja, kalau punya uang ya…tinggal bayar saja sebagai cara membeli apartemen. Tapi tulisan ini ingin sekedar memberi informasi tata cara membeli apartemen yang sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Sebagai contoh, bila kita membeli rumah maka yang kita dapatkan adalah Akta Jual Beli, Sertifikat Rumah, IMB, dan bukti pembayaran pajak. Apakah dokumen yang kita dapat sama ketika membeli apartemen?

Cara membeli apartemen memang hampir sama dengan rumah biasa. Bisa melalui pembayaran cash/tunai, diangsur sesuai kesepakatan dengan developer (biasa disebut cash bertahap), atau melalui Kredit Pemilikan Apartemen (KPA). Pada umumnya, proses beli apartemen langsung dari developer jarang yang ready stock, biasanya developer menjual “gambar”. Pada tahap ini yang harus diperhatikan calon pembeli adalah developer setidaknya harus sudah mengantongi ijin Site Plan, jelas gambar teknisnya dan tanah sudah dikuasai developer. Ketiga cara pembelian apartemen di atas selalu mempersyaratkan pembayaran booking fee dan down payment sebesar 20% dari nilai unitnya. Booking fee bervariasi nilainya, ada 5 juta – 10 juta rupiah tergantung besar kecilnya nilai unit. Ada pula developer yang mengikat pembelian awal dengan daftar beli dan diberi Nomor Urut Beli (NUB), cara ini dilakukan developer untuk menarik minat beli karena pada saat booking biasanya diadakan acara launching yang memberi hadiah bagi yang booking.

Hati-hati yaa…Harus serius dipikirkan tujuan beli apartemen, karena bila setelah tahap booking Anda batal beli, maka uang yang telah dibayarkan untuk booking akan hangus (not refundable). Intinya, sebelum menentukan apartemen untuk dibeli, pilihlah produk apartemen dari perusahaan properti Indonesia yang telah terbukti sejarah serta pengalamannya.

Pada saat booking pilihlah unit dengan seksama, pikirkan dengan matang. Di manapun lokasinya, baik itu sebuah apartemen di Jakarta, atau di kota mana saja, hal yang perlu dipertimbangkan adalah unit berada di lantai berapa, melihat view apa, jarak terhadap lift dan tangga kebakaran, jendela menghadap matahari siang (Barat) atau tidak, serta lain sebagainya. Setelah Anda membayar booking, Anda akan mendapatkan dokumen pemesanan unit yang menjelaskan tipe dan lokasinya, kuitansi dan cara pembayaran selanjutnya.

Kami sarankan Anda pilih pembayaran DP yang bisa diangsur, karena akan sangat meringankan ‘cash flow’ Anda. Umumnya developer memperhitungkan panjang angsuran DP berdasarkan progres konstruksi bangunannya. Progres konstruksi 20% yang setara dengan nilai DP 20% biasanya setara dengan pembangunan pondasi, basement dan struktur lantai dasar sudah terbangun. Panjang angsuran DP yang ditawarkan developer bervariasi, ada yang 3x ada pula sampai 12x. Pilih angsuran DP yang terpanjang bila masih memungkinkan dan perhatikan apakah sudah ada aktifitas membangun di lapangan. Bila belum, Anda bisa menanyakan kapan akan dilaksanakan ground breaking dan bagaimana jadwal membangunnya. Keterbukaan developer dalam menjawab pertanyaan konsumen akan meningkatkan kepercayaan konsumen. Dengan demikian konsumen dapat mengetahui besaran nilai uang yang dibayarkan apakah sudah setara dengan progres pembangunannya.

Pada saat DP sudah terbayarkan penuh maka Anda akan mendapatkan dokumen PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) apartemen, yaitu dokumen yang berisi kesepakatan antara penjual (developer) dan pembeli (konsumen) melakukan jual beli properti sementara sebelum ikatan Akta Jual Beli setelah pembayaran lunas dan serah terima unit. Jadi simpelnya, PPJB adalah ikatan jual beli sementara setelah DP dibayarkan lunas. Nantinya ketika Anda mengangsur selama pelunasan bahkan menunggu proses AJB, dokumen PPJB inilah yang resmi menjadi bukti kepemilikan unit apartemen Anda. Setelah Anda terima PPJB apakah sebaiknya anda lunasi pembeliannya atau diangsur atau melalui fasilitas KPA, ikuti terus yaa… tulisan kami selanjutnya…

Developer Perumahan Margahayu Bandung Terkemuka
Margahayuland, Perusahaan yang bergerak di bidang perumahan ini yang telah berdiri selama 44 tahun. MRD telah sukses mendirikan 50.000 properti seperti perumahan Margahayu Bandung, apartement dan juga pusat perbelanjaan. Kesuksesannya sebagai perusahaan bidang perumahan di Indonesia dengan fasilitas yang lengkap serta lokasi yang sangat strategis, MRD akan terus berusaha memberikan inovasi dan juga konsistensi dalam pengembangan dalam negeri.
follow us